Beranda FEATURE Berjalan kaki dari Surabaya ke Jakarta untuk Bertemu Presiden

Berjalan kaki dari Surabaya ke Jakarta untuk Bertemu Presiden

22
0
USEP SAEPULOH/PASUDAN EKSPRES PENUH HARU: Muhamad Ade lukman Kumaini memeluk anaknya di Jembatan Tanjungpura Karawang, Jumat (13/10). Hampir satu bulan mereka tak bertemu karena Ade harus berjalan kaki dari Surabaya.

8 Kaus Kaki, 1 Sepatu Olahraga dan 3 Sandal Gunung Sudah Jebol

Muhamad Ade lukman Kumaini, nekat berjalan kaki dari Surabaya untuk menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta. Ditengah perjalanannya, ia disambut anak dan istrinya di Jembatan Tanjungpura Karawang.

USEP SAEPULOH,
KARAWANG

Kedatangan anak dan istri Ade untuk memberikan semangat kepada suaminya yang akan melaporkan buruknya pelayanan BPJS Kesehatan kepada Presiden Jokowi.

Bunyi rentetan petasan terdengar nyaring ketika Ade rampung melintasi jembatan Tanjungpura. Pria 39 tahun itu disambut peluk dan kecup dari istri serta kedua anaknya saat memasuki wilayah Kabupaten Bekasi pada Jumat (13/10).

Setelah hampir satu bulan meninggalkan rumah, akhirnya pria yang dikenal Ade Kenzo kembali bertemu keluarganya. 24 hari lalu, ia berada di Tugu Pahlawan, Surabaya. Dari sana, ia berjalan kaki hingga istana negara di Jakarta.

Kurang lebih 1200 km, sudah tempuh dengan berjalan kaki. Selama perjalanan, 8 kaus kaki, 1 sepatu olahraga dan 3 sandal gunung telah jebol. Meski demikian, Ade mengaku masih kuat berjalan. “Saat melangkah, tumpuan kaki di tumit bukan di telapak depan supaya menghindari lecet di kaki,” kata Ade yang membocorkan rahasia Ade kuat berjalan.

Ade bercerita, tak mudah mendapat restu dari istri dan anaknya untuk melakukan aksi tersebut. “Saya butuh waktu 2 bulan untuk yakinkan istri dan anak. Cara ngebujuknya, saya ajak ngobrol 4 mata, bicara dari hati ke hati,” ujar Ade.

Aksi yang dimulai pada Selasa, 19 September 2017 itu ia lakukan sendirian. Sepanjang perjalanan, relawan Jamkeswatch itu mengaku mendapat berbagai kendala. Mulai dari dihadang polisi hingga dehidrasi. “Saya juga mengalami kram kaki lebih dari 10 hari, bibir pecah – pecah hingga keseleo dan sesak nafas,” tuturnya.

Ade mengaku, ia telah memperkirakan semua insiden itu bakal terjadi. Karena itu saat meminta restu kepada keluarga, ia meminta istri dan anaknya ikhlas jika Ade meninggal di perjalanan. “Sampai akhirnya diberi izin dan keluarga ikhlas walau saya pulang tinggal nama,” terangnya.

Kini, perjalan ke istana tersisa 50 Km. Meski belum tentu bakal diberi izin masuk istana, Ade yakin bisa bertemu presiden Jokowi. “Karena saya mewakili 1200 rakyat Indonesia,” katanya.

Kepada presiden, Ade akan mengutarakan buruknya pelayanan BPJS. Aksi itu, ia sebut sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena banyak warga miskin yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. “Padahal golongan ini tergolong penerima bantuan iuran (PBI) yang seharusnya dibantu,” kata Ade.

Sepanjang perjalanan, ia membagikan selebaran berisi 19 tuntutan kepada waega. Isinya mengenai berbagai masalah pelayanan JKN & BPJS. “Tuntutan itu berdasarkan pengalaman yang saya alami dan saya temukan di berbagai daerah,” pungkasnya. (use/tra)