Beranda KARAWANG Berharap RS Paru Mulai Dibangun 2018

Berharap RS Paru Mulai Dibangun 2018

27
0

KARAWANG-Komisi D DPRD Karawang mendesak agar pembangunan Rumah Sakit Paru yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) sudah dimulai pada tahun 2018 mendatang.

Komisi D menilai sudah tidak ada alasan lagi bagi Pemkab Karawang menunda-nunda pembangunan Rumah Sakit Paru tersebut.
“Dalam beberapa kesempatan rapat dengan Dinkes, kami selalu menekankan agar pembangunan Rumah Sakit Paru segera direalisasikan. Karena, pengendapan dana DBHCT yang selalu menjadi pergunjingan eleman masyarakat ini juga menjadi silpa di Dinkes,” kata Ketua Komisi D, Pendi Anwar, Sabtu (9/9).

Sebelumnya, diakui Pendi, ada kekhawatiran bagi pejabat-pejabat di lingkungan Dinkes terkait pembangunan rumah sakit ini. Alasannya, mereka (pejabat Dinkes) sama sekali tidak menguasai keilmuan kontruksi.
“Setelah melibatkan seluruh pihak, Dinkes akhirnya mau melaksanakan pembangunan tersebut. Salah satunya sudah dilakukan pembelian lahan untuk rumah sakit yang kini prosesnya sedang balik nama, dari kepemilikan pribadi menjadi aset pemerintah,” terang Pendi.

Di tempat yang sama, anggota Komisi D, Asep Saepudin menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, dana DBHCT sudah digunakan untuk membayar konsultan, Desain Enginering Detail (DED) dan pembelian lahan.
“Sisanya sekitar Rp 156 Miliar tersimpan di kas daerah,” ujar Asep Saepudin.

Melihat perkembangan tersebut, lanjut Asep, Komisi D optimis jika pembangunan Rumah Sakit Paru akan segera terwujud. Apalagi saat ini segala persiapan sudah hampir rampung.
“Tidak seperti tahun 2016 ke belakang yang tidak ada progres. Sekarang pembangunan Rumah Sakit Paru akan segera dilakukan. Kami pun menekankan agar pada tahun 2018 mendatang proses pembangunan fisik sudah mulai dilakukan,” ulasnya.(aef/din)