Beranda PURWAKARTA BEM STAI Al-Muhajirin Sambut Ramadan

BEM STAI Al-Muhajirin Sambut Ramadan

111
0

 

PURWAKARTA-Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhajirin Purwakarta menggelar rangkaian kegiatan dalam mengisi Bulan Suci Ramadan dengan tema Ramadan Bersama STAI Al-Muhajirin, Sabtu (2/6).

Kegiatan yang digelar di Aula Ummi Al-Muhajirin Kampus 1 tersebut, meliputi empat kegiatan utama. Keempatnya adalah Sehari Khatam Alquran, Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Kajian Nuzulul Quran oleh H Fuad Mashud Lc, dan buka puasa bersama.

Dalam sambutannya Ketua BEM STAI Al-Muhajirin Acep Supriatna mengapresiasi para pengurus BEM yang berinisiatif menggelar kegiatan sarat manfaat tersebut. “Bulan Ramadan adalah bulannya berbagi. Karena itu, kami mengajak seluruh santri Al-Muhajirin mengikuti kegiatan ini. Kami juga mengundang perwakilan BEM dari berbagai kampus di Purwakarta,” ujarnya kepada koran ini.

Selain itu, kata Acep, santunan yang diberikan kepada 20 anak yatim yang berasal dari lingkungan sekitar Al-Muhajirin dapat memberikan manfaat. “Ada pun dengan buka puasa bersama (bukber) semoga bisa mempererat silaturahmi antarsantri,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua STAI Al-Muhajirin Dra Hj Euis Marfu’ah MA menyebutkan, kegiatan kali ini digelar tepat pada 17 Ramadan. “Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran. Dengan membaca dan mengamalkannya, semoga dapat lahir generasi yang mencintai Alquran,” ujarnya.

Dijelaskannya, Alquran harus dijaga baik dengan membacanya, menghafalnya, dan mengamalkannya. “Alquran itu ibarat cahaya, sehingga apabila tidak dijaga, khawatir alam dunia menjadi gelap gulita,” kata Hj Euis.

Dirinya menyebutkan, Nabi Muhammad Saw mengatakan jika umat manusia akan mengalami dua kegelapan. Namun bersamaan dengan itu, sambungnya, ada pula dua cahaya yang dapat menyertainya.

“Yang pertama kegelapan di alam kubur dan kegelapan saat Hari Kiamat. Ada pun dua cahaya yang bisa menyelamatkan adalah Cahaya Alquran dan Cahaya Ramadan. Karena itu membaca Alquran di sepanjang Ramadan adalah hal yang utama,” katanya.

Disebutkannya, menjaga Alquran melalui bacaan, hafalan, dan amalan bisa dimulai dengan niat karena Allah. “Kemudian tanamkan rasa ikhlas, fokus dan bersungguh-sungguh, dan memenej waktu dan kemampuan dalam membaca Alquran,” katanya.

Senada disampaikan H Fuad Masud Lc dalam tausiyahnya. Dirinya menyebutkan, apa-apa yang berhubungan dengan Alquran pasti menjadi yang terbaik. “Malaikat Jibril menjadi perantara Wahyu Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw, maka Jibril menjadi malaikat terbaik,” ujarnya.

Kemudian, Nabi Muhammad Saw menerima wahyu Alquran, menjadi nabi terbaik dan penutup nabi. “Ramadan bulan diturunkannya Alquran menjadi bulan terbaik, dan ada satu malam diturunkannya Alquran menjadi malam paling baik, lailatul qadar,” ucapnya.(add/ded)