Beranda KARAWANG Belum Semua Peduli Citarum Harum

Belum Semua Peduli Citarum Harum

57
0

Pengusaha Nakal Masih Buang Limbah

KARAWANG-Gencarnya program Citarum Harum yang digaungkan oleh pemerintah pusat, tapi masih ada industri yang berani membuang limbah ke aliran sungai Citarum. Sebuah saluran pembuang limbah dari pabrik kertas terbesar di Karawang terlihat mengalir air berawarna putih dan bermuara di Citarum di Dusun Gorowong, Kelurahaan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur.

Diduga kuat, air berwarna putih itu merupakan sisa limbah kertas yang tidak diolah sempurna oleh pihak pabrik itu. Akibatnya, air limbah terlihat kontras saat bersatu dengan aliran Citarum di wilayah Kabupaten Karawang tersebut.

Salah seorang warga, Asep mengatakan, kondisi tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Hanya saja, sebelumnya air limbah pabrik kertas itu tidak terlihat olah masyarakat.

Sebab, pihak pabrik menutup saluran pembuang limbahnya dengan beton. Sementara, mulut dari saluran itu langsung masuk ke dalam aliran Citarum.

“Sejak beberapa waktu lalu, beton saluran limbah itu ambrol. Akibatnya, air limbah bisa terlihat oleh warga yang melintasi jalan di pinggiran Citarum,” ujar Asep.

Di tempat terpisah, Aktivis lingkungan asal Karawang, Nece Permana menyatakan, di Karawang masih ada kalangan industri yang diduga menyepelekan program Citarum Harum. Padahal gagasan program itu langsung baerasal dari presiden.

“Jika pabrik itu masih membuang limbah tanpa diolah ke Ciatarum, sama saja pabrik itu tidak menggubris program Citarum Harum,” kata Nece.

Menurutnya, jika sejumlah perusahaan tidak peduli dengan program Citarum Harum, maka program tersebut hanya akan menjadi propaganda tanpa makna. Ujung-ujungnya aliran air Citarum tetap kotor dan tercemar limbah.

Nace berharap Satuan Tugas Program Citarum Harum bersama Pemerintah Kabupaten Karawang segera menindak tegas industri tersebut. Sebab, jika dibiarkan prilaku negatif pabrik itu akan terus berlanjut dan bahkan bakal ditiru oleh kalangan industri lainnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan berjanji akan menerjunkan tim ke lapangan untuk mengambil sampel limbah dan diteliti di laboratorium. Jika limbah tersebut memang membahayakan biota sungai, maka DLHK akan menjatuhkan sanksi terhadap pabrik kertas itu.

“Kami juga akan memanggil dan meminta keterangan pihak Pindo Deli,” katanya.(use/tra)