Beranda KARAWANG Bebas dari Hukuman Mati, Nurkoyah Disambut Haru Keluarga

Bebas dari Hukuman Mati, Nurkoyah Disambut Haru Keluarga

60
0
Keluarga menyambut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nurkoyah yang lolos dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi dengan penuh haru dan rasa syukur.

 

KARAWANG- Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nurkoyah yang lolos dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi disambut tangisan haru keluarga dan para tetangga.

Nurkoyah yang tinggal di Dusun Krajan I, RT 005 RW 002, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, tiba pada hari Rabu (4/7) sekitar pukul 23.00 WIB dan harus mendapati putrinya pingsan melihat ibunya yang sebelumnya dikabarkan terancam hukuman mati, berada di hadapannya.

Setelah melewati riungan keluarga dan tetangga, Nurkoyah langsung sujud syukur begitu sampai di teras rumahnya. Nurkoyah kemudian berjalan memasuki rumahnya dan langsung memeluk sang ibu, Narmi (70). Tangis keduanya pecah. Tak banyak kata-kata yang terucap, selain isakan, peluk, dan elusan kepala. Tubuh Narmi lemas di pelukan Nurkoyah.

“Ini ibumu, peluk, peluk,” ujar kerabat Nurkoyah yang turut memeluknya.

Kakak Nurkoyah, Nean (52), mengaku bersyukur adiknya bisa selamat dari hukuman mati di Arab Saudi. “Ini adalah buah doa dan usaha dari keluarga akhirnya adik saya bisa selamat,” tambahnya.

Nean juga mengucapkan terimakasih kepada Tim KBRI Riyadh, Pengacara Mish’al Al Shareef dari Kantor Hukum Mish’al Al Shareef, Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel, dan pihak terkait yang mengantarkan Nurkoyah hingga ke kampung halaman. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang.

Sejak sore, rumah Nurkoyah yang tepat berada di depan Musala Nurul Amal itu dipadati warga. Tua, muda hingga anak kecil berduyun-duyun datang. Bahkan beberapa di antaranya menyalakan kembang api dan memainkan rebana.

Suasana haru itu, bercampur riuh lantaran kepulangan Nurkoyah diantar langsung Mish’al Shareef, pengacara terkenal di Saudi yang selama ini intensif melakukan advokasi beberapa kasus hukum WNI.

Mish’al Shareef mengungkapkan, Nurkoyah dilaporkan atas kasus dugaan pembunuhan anak majikannya yang belum lama lahir menggunakan racun.

Saat menjalani proses hukum, Nurkoyah sempat menjalani hukuman penjara selama delapan tahun. Mish’al menyebut Nurkoyah sempat mengakui tuduhan tersebut atas dasar tekanan dari penyidik.

“Tidak ditemukan bukti yang kuat. Dan setelah diambil sumpah, hakim kemudian memutuskan Nurkoyah tidak terbukti melakukan pembunuhan,” ujar Mish’al.(aef/tra)