Beranda HEADLINE Bareskrim Buru Tersangka Baru

Bareskrim Buru Tersangka Baru

91
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES PENGGELEDAHAN: Tim Bareskrim melakukan penggeledahan di beberapa ruangan di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, kemarin (17/10). Sejumlah berkas terkait penyaluran dana BPJS tahun 2013 turut diamankan.

Dalam Kasus Dana BPJS Tahun 2013

SUBANG-Mabes Polri melalui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) sepertinya masih memburu tersangka baru dalam perkara korupsi dana BPJS di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang. Buktinya, kemarin (17/10), institusi pimpinan Jenderal Pol Tito Karnavia itu melakukan penggeledahan di kantor Dinkes Subang di Jalan Letjen Suprapto. Di gedung yang sama pula, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2016 lalu melakukan penggeledahan dengan tersangka mantan Bupati Subang Ojang Sohandi.

Mantan politisi PDIP itu akhirnya divonis delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta karena terbukti menerima suap dan pencucian uang dalam perkara tindak pidana korupsi BPJS Subang 2013.

Saat ditangai Polda Jabar, perkara korupsi BPJS ini juga menjerat Kepala Dinkes Subang Budi Subiantoro dan Kabid Yankes Jajang Abdul Kholik. Keduanya saat ini masih menjalani hukuman karena terbukti menyalahgunakan dana senilai miliaran rupiah tersebut.

Belakangan, Jajang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, bersama istrinya, Leni Marliani. Selain itu KPK juga menetapkan dua jaksa di lingkungan Kejati Jabar sebagai tersangka dalam kasus suap perkara dana BPJS. Sejak akhir tahun 2016 lalu, kasus dugaan korupsi dana BPJS ini diambil alih Mabes Polri.

Pantauan Pasundan Ekspres, penggeledahan di kantor Dinkes Subang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB. Tim Bareskrim yang terdiri dari 8 orang itu langsung memasuki sejumlah ruangan yang berada di lantai 2 dan lantai 3 kantor Dinkes Subang. Selain itu terdapat 18 aparat Polres Subang yang berjaga-jaga di sekitar lokasi penggeledahan. Sedikitnya empat ruangan yang menjadi sasaran penggeledahan, diantaranya ruangan bagian keuangan, gudang, ruangan bidang layanan kesehatan (yankes) dan bagian arsif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Dwinan Marchiawati Mars membenarkan penggeledahan kantornya oleh tim Bareskrim Mabes Polri. Diakui Dwinan, sebelumnya pihaknya telah menerima pemberitahuan akan ada penggeledahan oleh tim Bareskrim.
“Surat penggeledahnya nomor SP.DAH/26/X/2017 dan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Subang nomor 1/pen.vip/2007/psng. Surat tersebut terkait izin penggeledahan,” ungkap Dwinan kepada Pasundan Ekspres, kemarin (17/10).

Saat penggeledahan, kata Dwinan, tim Bareskrim mencari data terkait dana BPJS tahun 2013. Namun Dwinan mengakui tidak tahu menahu atas kasus tersebut.
“Tahun 2013 saya belum menjabat di Dinkes, karena masih menjabat di RSUD Subang,” ujar Dwinan.

Selain itu, lanjut Dwinan, belum ada staf atau pegawai Dinkes Subang yang diperiksa Bareskrim.

Sementara itu Kasubag Hukum Kepegawaian dan Umum Dinkes Subang, Tommy Hidayat mengaku saat penggeledahan diminta menjadi saksi oleh tim Bareskrim. Data yang dicari tim Bareskrim merupakan data terkait penyaluran dana BPJS tahun 2013.

Dijelaskan Tommy, sebagian besar data yang dicari merupakan bukti pendukung. Sementara barang bukti utamanya sudah diambil Mabes Polri sebelumnya. “Jadi yang dibawa sekarang hanya barang bukti pendukung saja. Penggeledahan berkaitan dengan kasus JKN Jampersal dan Jamkesmas tahun 2013,” jelasnya.

Sementara itu disinggung berkas apa saja yang disita, Tommy mengaku belum mengetahui pasti. Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 18.00 WIB, penggeledahan masih berlangsung.
“Penggeledahan sepertinya berlangsung hingga malam hari. Yang dicari berkas yang berkaitan pencairan dana jamkesmas dan jampersal ke tiap tiap puskemas,” jelasnya.

Di kesempatan terpisah Ketua Komisi IV DPRD Subang, Raska menyayangkan apabila masih ada persoalan di Dinas Kesehatan. Hal itu ia sampaikan menanggapi adanya kabar penggeledahan di kantor Dinkes Subang oleh petugas kepolisian.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, memang ia tidak mengetahuinya. Ia tidak berkomentar banyak karena belum tahu persoalannya.
“Saya belum tahu mengenai kabar itu,” katanya saat dihubungi Pasundan Ekspres, kemarin (17/10).
Setelah penggeladahan tersebut, komisi IV selaku yang mengawasi bidang kesehatan akan segera mencari tahu persoalannya. “Nanti kami akan tindaklanjuti, komunikasikan dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Sebelumnya, akibat terjerat kasus ini, mantan Kadinkes Subang Budi Subiantoro dan mantan Kabid Yankes Jajang Abdul kholik divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Bandung.

Keduanya terbukti menyalahgunakan dana BPJS. Meski divonis penjara, keduanya harus membayar uang pengganti. Bahkan mantan Kadinkes Subang Budi Subiantoro harus membayar denda sebesar Rp200 juta dan uang pengganti sebesar Rp2 miliar. Budi dinilai telah melakukan korupsi dalam dana BPJS sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp4,6 miliar. Budi dinilai telah melakukan korupsi dan melanggar pasal 2 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

Sementara mantan Kabid Yankes Jajang Abdul Kholik divonis 4 tahun. Putusan yang dibacakan pada tanggal 11 Mei 2016 tersebut cukup mengagetkan, karena Jajang sebelumnya hanya dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.
Jajang Abdul Kholik dinilai telah melakukan korupsi dana BPJS sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 2,6 miliar. Selain divonis penjara, Jajang juga harus mengembalikan kerugian negara Rp1 miliar rupiah lebih. Jika tidak maka harta kekayaannya disita dan jika tidak ada maka diganti dengan kurungan 2 tahun penjara.(ygo/ysp/din)

MEREKA YANG TERJERAT KASUS BPJS:

  • Ojang Sohandi:
    Jabatan: mantan Bupati Subang
    Vonis: 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta
  • Budi Subiantoro:
    Jabatan: mantan Kepala Dinas Kesehatan
    Vonis: 4 tahun dan denda Rp200 juta serta uang pengganti Rp2 miliar
  • Jajang Abdul Kholik
    Jabatan: mantan Kabid Yankes
    Vonis: 4 tahun dan harus mengembalikan kerugian negara Rp1 miliar rupiah lebih.

MEREKA YANG TERJERAT KASUS SUAP PERKARA BPJS:

  • Lenih Marlina (Istri Jajang)
  • Fahri Nurmallo (Jaksa di Kejati Jabar)
  • Deviyanti Rochaeni (Jaksa di Kejati Jabar)