Beranda HEADLINE Bank bjb Klaim Sudah Tempuh Prosedur, Salurkan Dana CSR untuk Alun-alun

Bank bjb Klaim Sudah Tempuh Prosedur, Salurkan Dana CSR untuk Alun-alun

40
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES DANA CSR: Kantor Bank bjb Cabang Subang tetap beroprasi melayani nasabah, Kemarin. bjb akui sudah tempuh prosedur yang tepat dalam menyalurkan dana CSRnya.

SUBANG– Salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan taman Alun-alun Subang, Bank bjb Cabang Subang mengaku sudah menempuh prosedur yang tepat.

Pemimpin Cabang bjb Subang, Riki Achmad Nurdin melalui staf bagian umum BJB Subang, Agung Mulyanto mengatakan pembangunan taman Alun-alun Subang merupakan usulan Pemkab Subang ke bjb. Usulan tersebut dilakukan pada tahun ini.

Selanjutnya, Pemkab Subang sendiri melalui kelompok kerja (Pokja) yang menangani CSR menunjukan Hipmi Subang untuk mengelola dana CSR, Sementara pengerjaan lapangan dilakukan oleh CV Maju Bersama.
“Yang ditunjuk oleh Pokja ini ialah Hipmi,” katanya kepada Pasundan Ekspres di temui di kantornya, kemarin.

Dijelasknya, dana CSR bjb ada yang peruntukannya untuk pemerintah daerah dan umum. Pembangunan taman alun-alun itu masuk dalam kategori CSR pemerintah daerah.
Sebelum disalurkan dana CSR sebelumnya telah melalui berbagai tahapan, mulai dari kajian terhadap proposal di cabang hingga pusat.“Sama kantor pusat pun diperiksa lagi, satu bundel proposal dari Hipmi yang direkomendari dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Setelah memenuhi persyaratan, kantor BJB pusat langsung memutuskan besaran biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan alun-alun tersebut. Dana yang dikeluarkan sebanyak Rp1.020.000.000.

Penyaluran uang tersebut dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap peratama sebanyak 40 persen, kedua 40 persen dan ketiga 20 persen. Uang tersebut diberikan dari BJB langsung ke pihak pengelola dalam hal ini Hipmi.

Urusan penggunaan dana oleh Hipmi dan CV Maju Bersama itu diluar tanggungjawab bjb. Namun sebagai pemberi CSR, pihaknya pun menantau proses pengerjaannya.

Sebab dasar dicairkannya uang tahap kedua, itu hasil dari evaluasi pengerjaan tahap pertama. Artinya jika pengerjaan tahap pertama sesuai dengan target dan peruntukan, pengerjaan selanjutnya baru bisa dikerjakan.
“Mengenai pengelolaan uang itu sendiri oleh Hipmi dan CV tersebut. Karena kami sudah memenuhi prosedur sampai pendistribusian uang tersebut. Namun sebelum pendistribusian tahap satu, itu ada konsultan dari kantor pusat untuk memeriksa pengerjaan dan kepengurusan dari yang mengerjakannya,” jelasnya.

Setelah taman alun-alun Subang tersebut selesai dikerjakan, bjb pun tidak melepas begitu saja, bjb melakukan pengawasan untuk perawatan taman alun-alun.
pihaknya berharap, agar taman alun-alun Subang tersebut bisa dirawat dengan baik oleh masyarakat Subang, khususnya bisa menikmati fasilitas public tersebut.(ysp/ded)