MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES SOSIALISASI: Beberapa Calon bupati melakukan Verifikasi di salah satu Partai Politik. Masyarakat kurang mengetahui calon bupati akibat minimnya sosialisasi.

PURWAKARTA -Minimnya sosialisasi oleh para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, yang akan bertarung 2018 dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

Warga Cipaisan RT 12 RW O4 Isrina (24) misalnya, sebagai buruh pabrik dirinya mengaku tidak mengetahui bakal calon Bupati kedepan salam perhelatan lima tahunan tersebut.
“Keseharian saya kan kerja, di dalam pabrik jadi mana tau ada calon. Paling enggak kan ada baligo atau bener terpasang di jalan raya jadi saat pulang kerja keliatan kan,” ujar karyawati salah satu perusahaan swasta di kawasan Ubrug Jatiluhur.

Lebih disayangkan, bakal calon dinilai kurang mengoptimalkan sarana media cetak atau partai politik melalui mesin partainya, yaitu para pengurus desa untuk membewarakan kalau sudah ada bakal calon pemimpin baru di Purwakarta.
“Saya nilai para bakal calon sangat kurang bersosialisasi, sehingga masyarakat banyak yang kurang tau siapa saja para bakal calon,” tambah Sunarya (35) warga Bungursari salah seorang petani yang berhasil diwawancara pasundan ekspres.
“Jangankan tau nama-nama para bakal calon bupati, satupun saya tidak tau. Karena saya kan setiap hari dari pagi hingga sore ada di sawah, malam harinya karena lelah kemudian tidur. Jadi ga tau siapa nama-nama calon penerus Bupati dedi,” bebernya.

Diwawancara terpisah, Denhas Mubarok salah seorang akademisi di Purwakarta menilai. Ketidak tahuan masyarakat akan bakal calon pemimpin di Purwakarta bukan karena minim melakukak sosialisasi, melainkan karena kegagalan partai politik mencetak kader.

“Jabatan Bupati itu kan jabatan politik, jadi harusnya partai politik melahirkan nama nama tokoh di masyarakat sejak lama. Bukan pas akan digelar Pilkada baru bergerak, faktor inilah yang kemudian menjadikan masyarakat memiliki kebiasaan transaksional saat pesta demokrasi digelar,” tutupnya.(mas/ded)