Beranda KARAWANG Bakal Bubarkan Ribuan Koperasi

Bakal Bubarkan Ribuan Koperasi

26
0

KARAWANG-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Karawang segera membubarkan ribuan koperasi yang sudah tidak aktif di wilayahnya. Dari sekitar 1.570 koperasi yang terdata, hanya 200 koperasi yang rutin melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) secara rutin.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Asep Junaedi mengatakan, jumlah koperasi yang tercatat di lembaganya sebanyak 1.570 koperasi. Namun yang rutin melaporkan hasil RAT hanya 200 unit. Padahal dalam aturan yang baru menyatakan jika koperasi tidak melakukan RAT selama 3 tahun berturut-turut, maka bisa dibubarkan.
“Koperasi yang tidak aktif itu bisa membubarkan diri atau dibubarkan oleh pemerintah,” ujar Asep saat ditemui di kantornya, Rabu (6/9).

Dikatakan Asep, sebelum dibubarkan oleh pemerintah, koperasi yang tidak aktif itu harus diverifikasi terlebih dahulu. Jangan sampai ketika dibubarkan malah meninggalkan masalah bagi para anggotanya.
“Meskipun yang melaporkan RAT hanya 200 koperasi, tapi yang masih aktif dari 1.570 itu sekitar 600 koperasi. Namun kami sedang memverifikasi koperasi itu,” katanya.

Menurutnya, para pengurus koperasi diminta untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi dan diberikan semangat untuk bangkit. Harapannya, koperasi yang tidak aktif bisa kembali sehat dan menjalankan organisasi koperasi dengan baik.
“Izin koperasi sudah diambil alih oleh pemerintah pusat, kami hanya memberikan rekomendasi. Jadi kami lebih selektif dalam memberikan rekomendasi itu agar tidak ada lagi koperasi yang tidak aktif,” tuturnya.

Dijelaskan Asep, pihaknya juga terus memberikan pembinaan pada koperasi, khususnya yang baru berdiri. Sebab, dari ribuan koperasi yang terdata, banyak yang sudah tidak aktif. Maka pihaknya terus memberikan pemahaman agar koperasi itu bisa terus berjalan. “Banyaknya koperasi yang tidak aktif karena saat ini, tidak terlalu banyak bantuan untuk koperasi. Sebab dulu koperasi banyak berdiri karena banyak bantuan ke koperasi seperti KUT (Koperasi Usaha Tani),” jelasnya.
Jika melihat kondisi, lanjut Asep, saat ini sebenarnya tidak perlu jumlah koperasi yang banyak. Tapi yang diperbanyak seharusnya anggota koperasi, sehingga manajemen bisa berjalan.
“Jangan sampai koperasi itu ada karena ingin mendapat bantuan saja, tapi usahanya tidak berjalan,” paparnya. (use/din)