Beranda FEATURE Atalia “Si Cinta” Praratya, Tambatan Hati Ridwan Kamil

Atalia “Si Cinta” Praratya, Tambatan Hati Ridwan Kamil

53
0

Dulu Cuek, Kini Mau Bersolek

CANTIK, bertutur kata halus, hangat, dan berwawasan luas. Itulah gambaran tentang Atalia Praratya, istri Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Sebelum suaminya terpilih sebagai Wali Kota Bandung pada 2013 lalu,  Lia dikenal sebagai MC dan pembawa acara salah satu teve lokal di Bandung. Namun, kini ia memimpin beberapa organisasi sosial, dalam kapasitasnya sebagai istri orang nomor satu di Kota Bandung.

Atalia atau kalangan terdekatnya memanggilnya dengan sebutan Teh Lia, adalah tambatan hati Kang Emil. Bagi Kang Emil, Teh Lia adalah cinta pada pandangan pertamanya. Keduanya dipertemukan secara tak sengaja namun berlanjut ke mahligai rumah tangga, yang kini telah dikaruaniai sepasangan putera-puteri yang tengah beranjak remaja.

Seperti adagium yang menyebut di balik pria yang sukses, ada sosok perempuan yang hebat, Atalia sangat pas dengan kondisi ini. Ia adalah sosok di balik kesuksesan Ridwan Kamil memimpin Kota Bandung. Meski semula sempat tak setuju saat sang suami minta izin untuk maju dalam pencalonan walikota Bandung pada tahun 2013 lalu, namun sekarang ini Teh Lia adalah figur “Si Cinta”, sang tambatan hati Kang Emil.

Alasannya keberatan suaminya terjun ke politik, karena merasa nama sang suami di dunia arsitek sudah dikenal di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Amerika, Singapura, Tiongkok, dan Timur Tengah. Selain itu, secara finansial, ia pun merasa kehidupannya bersama suami dan kedua anak mereka, Emmeril Kahn Mumtadz (15) dan Camillia Laetitia Azzahra (10) juga berkecukupan.

Namun, pesan suami yang mengingatkannya tentang Hadits nabi Muhammad SAW, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, menyadarkannya. Ia pun kemudian merestui keinginan suaminya menjadi Wali Kota sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Bandung.

Suka Bertemu Warga

Setelah sang suami jadi wali kota, kegiatan Teh Lia semakin padat karena ia pun mengikuti kegiatan suami mengabdikan hidupnya untuk warga. Sebagai istri walikota, selain menghadiri acara seremonial, Lia antara lain juga aktif sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Bandung, Ketua Dekranasda Bandung, Ketua Forum Rembug Kota Bandung Sehat, dan beberapa organisasi sosial lainnya

Menurut Teh Lia, ada banyak perbedaan sebelum dan sesudah menjadi istri Wali Kota Bandung “Dulu hanya mengurus keluarga sendiri, sekarang tanggung jawabnya meliputi keluarga orang lain juga. Namun, ini menjadi kebahagiaan saya tersendiri karena bisa menyentuh warga secara langsung,” ujarnya. Saat bertemu dengan warga, ia sering meminta warga untuk senantiasa mendoakan Kang Emil agar diberikan kelancaran dalam tugasnya sebagai Wali Kota.

Meski memiliki agenda yang cukup padat, Atalia tetap berusaha memberikan perhatian kepada dua anaknya. Jika tak ada kegiatan yang sangat penting, Ia memilih berada di rumah untuk menemani anak-anaknya belajar. Ia paham benar, kegiatan Kang Emil sangat padat. Di tengah kesibukan, mereka menetapkan Minggu sore sampai malam sebagai jam keluarga.

“Itulah waktu untuk ayah dan anak. Biasanya kami berenang, nonton, atau makan bersama. Kami juga mengusahakan bisa salat subuh dan maghrib berjamaah,” ujar Atalia yang rela melepaskan pekerjaanya sebagai MC dan pembawa acara di sebuah TV lokal di Bandung.

Seperti halnya Kang Emil yang memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan warga, Lia juga aktif di media sosial dan memanfaatkannya untuk mengetahui persoalan masyarakat. Keluhan maupun sapaan warga lewat akun Twitter, Facebook, dan Instagram miliknya ia senatiasa usahakan membalasnya dengan senang hati.

Keluhan warga membuatnya makin paham persoalan masyarakat. “Namun, makin banyak tahu, saya jadi makin galau. Kok, banyak banget, ya, masalah perkotaan. Saya jadi bingung, terlalu banyak yang ingin saya lakukan,” ujarnya.

Menjadi istri wali kota tak membuatnya berlebihan. Ia tetap tampil sederhana. Apalagi, ia memang tak suka berbelanja. Hanya saja, Lia yang dulu terkesan cuek, kini berbusana rapi meski tetap kasual.  Ada lagi perbedaan Lia. Ia kini rajin berdandan, suatu hal yang dulu jarang ia lakukan. Ini ia lakukan karena Kang Emil senang jika Ia berdandan, “Kang Emil kan arsitek, jadi sangat peka pada sesuatu yang sifatnya visual banget, termasuk penampilan saya juga sering mendapat perhatian” katanya.

Setelah menjadi istri Wali Kota Bandung, Lia bersyukur, semua kegiatannya dulu, termasuk kursus public speaking, kecantikan, dan fesyen, menari, memasak, bela diri, hingga keterampilan kini ternyata berguna. “Sekarang saya banyak memberi pelatihan dan menjadi pembicara dengan tema-tema tadi, Alhamdulillah, merupakan kebahagiaan bagi saya bisa berbagi dengan ibu-ibu dan remaja puteri warga Kota Bandung tentang isu-isu perempuan,” ujar Lia yang sempat bercita-cita menjadi diplomat dan entertainer.

Melalui apa yang dilakukannya itu, Lia berharap dapat memotivasi warga kota Bandung, khususnya kaum Ibu dan remaja perempuan, bahwa apapun yang dikerjakan di masa lalu, tak akan pernah sia-sia. “Semua apa yang kita kerjakan dan persiapkan, membuat kita menjadi pribadi yang siap untuk masa sekarang,” ungkapnya.

Kini, kesibukan Lia semakin bertambah setelah Kang Emil maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat dalam pilgub tahun 2018. Kang Emil menjadi Cagub pertama yang mendapat tiket maju ke pilgub setelah didukung empat partai yaitu Nasdem, PKB, PPP dan Golkar. Tugas berat kembali menantinya, karena jika Kang Emil terpilih nanti, ia akan menjadi istri dari gubernur dengan 44 juta orang, sebuah propinsi nomor tiga terbesar di Indonesia. (rls/man)