Beranda PRO DESA APIRO Kendalikan Gulma Bandel Pada Tanaman Padi

APIRO Kendalikan Gulma Bandel Pada Tanaman Padi

164
0

KARAWANG– Syngenta Indonesia luncurkan terobosan teknologi herbisida padi APIRO untuk memaksimalkan produksi padi.APIRO membantu petani menghindari kehilangan potensi hasil panen 30 hingga 40 persen, karena secara efektif mengendalikan banyak jenis gulma bandel dan fleksibel dalam metode aplikasi. Teknologi APIRO mulai dikembangkan sejak tahun 2011.

APIRO diresmikan langsung oleh ASEAN Territory Head Syngenta, Alex Berskovskiy dan Country Head Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria, Kamis (14/3) di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Syngenta juga melakukan peremajaan stasiun riset R&D di Cikampek, mencakup aspek peningkatan standar K3, penguatan fasilitas laboratorium dan investasi alat aplikasi semprot terbaru dengan teknologi yang lebih Presisi.

“Inventasi kami di Indonesia melalui peremajaan stasiun riset dan peluncuran teknologi perlindungan tanaman baru merupakan bukti konkret komitmen kami untuk pengembangan pertanian di Indonesia.Kami sangat bangga dapat berkontribusi bagi petani Indonesia dengan merilis APIRO sehingga mereka dapat mencapai hasil yang lebih baik,” ujar ASEAN Territory Head Syngenta, Alex Berskovskiy.

Apiro memiliki dua cara kerja dari kombinasi dua bahan aktif pyriftalid dan bensulfuron yang efektif menegdalikan berbagai jenis gulma bandel seperti berbagi jenis rumput, berbagai jenis teki dan gulma daun lebar.

Country Head Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria mengatakan, Teknologi ini memiliki metode aplikasi yang cukup fleksibel yaitu dipercik atau disemprot yang diserap oleh tanaman melalui akar dan daun serta aman terhadap tanaman utama dan dapat melewati fase pengembangan memiliki efek redidu yang rendah pada tanah.

“Penanggulangan gulma pada tanaman padi yang selama ini dilakukan masih belum optimal dalam menekan kehilangan hasil produksi padi.Untuk itu, Syngenta mengembangkan dan meluncurkan terobosan teknologi APIRO untuk membantu mengendalikan gulma secara efektif pada tanaman padi,” ucap Parveen Kathuria. (ddy/tra)