Beranda KARAWANG Angka Putus Sekolah Masih Tinggi, Disdikpora Siapkan Dana Rp1 Juta per Orang

Angka Putus Sekolah Masih Tinggi, Disdikpora Siapkan Dana Rp1 Juta per Orang

45
0

KARAWANG-Angka putus sekolah di Kabupaten Karawang masih cukup tinggi. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang menyatakan data angka putus sekolah di wilayahnya masih di atas 5.000 orang. Dari jumlah yang ada, sebanyak 5.000 orang akan diverifikasi melanjutkan pendidikan secara gratis melalui program Karawang Cerdas.
“Pada tahun ini, program Karawang Cerdas kuotanya mencapai 5.000 orang. Tapi sekarang sudah ada lebih dari 5.000 orang, jadi harus diverifikasi,” kata Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdikpora Karawang, Amid Mulyana.

Ia mengatakan, kuota 5.000 orang disediakan untuk masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, baik melalui Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) serta Paket C (setara SMA). Melalui program Karawang Cerdas, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 juta per orang untuk semua jenjang.
“Apakah anggaran itu cukup atau tidak, itu akan disesuaikan dengan waktu kegiatan belajar mengajar-nya,” katanya.

Amid mengaku sudah berkoordinasi dengan puluhan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang tersebar di Karawang agar program Karawang Cerdas berjalan lancar. Sesuai dengan catatannya, saat ini di Karawang ada sekitar 50 PKBM. Tapi PKBM yang akan dilibatkan dalam program Karawang Cerdas hanya mencapai 40 PKBM. Sebab, tidak seluruhnya PKBM yang ada di Karawang memenuhi standar atau kriteria yang telah ditentukan.

Dalam program Karawang Cerdas, peserta program tidak bisa langsung mendapatkan ijazah. Tapi harus mengikuti kegiatan belajar mengajar selama tiga tahun. Itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kecuali, lanjutnya, bagi warga belajar yang putus sekolah dan menunjukkan bukti dengan buku rapot, waktunya akan disesuaikan. Sebab mereka sama saja melanjutkan pendidikan di lembaga pendidikan formal. “Bedanya, waktu kegiatan belajar mengajar dalam seminggu berapa kali, atau sebulan berapa kali. Kalau di lembaga pendidikan formal itu tidak bisa seperti itu,” katanya.

Ia mengaku program Karawang Cerdas baru akan diluncurkan pada Oktober nanti. Saat ini pihaknya masih mengurus mengenai alokasi anggaran.
“Kemarin ada permasalahan teknis anggaran, tapi akan rampung pada APBD perubahan mendatang,” pungkasnya. (use/din)