Beranda SUBANG Aktifkan Kembali Tamu Wajib Lapor

Aktifkan Kembali Tamu Wajib Lapor

60
0

SUBANG– Antispasi kejadian terror, masyarakat diminta memaksimalkan kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Kepala Kesbangpol Kabupaten Subang, Ujang Sutisna mengatakan, selain memaksimalkan kembali siskamling di masyarakat juga aturan 1 x 24 jam tamu wajib lapor harus diberlakukan. Masyarakat harus bertanggungjawab pada lingkungannya masing-masing.
“Memberlakukan kembali aturan 1 x 24 jam tamu wajib lapor, nah itu yang sekarang tidak ditemukan. Itu sekarang longgar sekali, dulu kalau ada orang yang tidak dikenal betul-betul diperhatikan, KTP-nya juga dicatat,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, kemarin (16/5) di Kantor Bupati Subang.

Seiring dengan pertumbuhan industri, begitu banyak keluar masuk orang di daerah Subang. Oleh karena itu, kata Ujang, perlu disikapi dalam upaya mencegah hal-hal yang mengarah pada tindakan terorisme.
Dia mengatakan, jika ditemukan masyarakat yang aktivitasnya mencurigakan harus dilaporkan kepada aparat keamanan setempat.

Untuk di Subang sendiri, kata dia, status keamanan saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Hal itu dipastikan oleh berbagai pihak aparat keamanan dan pemuka agama dalam acara Deklarasi Forum Kerukunan Umat Beragama Dalam Rangka Penolakan Paham Radikalisme, Torerisme dan Intoleransi di Wilayah Subang, kemarin (16/5) di ruang rapat bupati.
“Subang dalam kondisi aman dan terkendali, aktivitas masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Aparat keamanan memiliki jaringan kuat di tengah masyarakat. Kepolisian memiliki Bhabinkamtibmas dan TNI memiliki Babinsa. Diharapkan tugas mereka dimaksimalkan untuk melakukan deteksi dini untuk mencegah tindakan yang menganggu kondusifitas.
Kasat Binmas Polres Subang, AKP Supratman mengatakan, Bhabinkamtibmas diharapkan mampu mendeteksi lebih awal sebelum adanya kejadian yang menganggu kondusifitas masyarakat.
“Ketika ada temuan-temuan yang mencurigakan agar Bhabinkamtibmas segera menindaklanjuti, kemudian melapor kepada pimpinan untuk segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Berkaitan dengan kejadian terror di sejumlah daerah, kata dia, Bhabinkamtibmas agar menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan gambar-gambar kejadian terror.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Subang, H Moch Djurkoni menuturkan, kekeluargaan di masyarakat harus tetap dipelihari. Dengan kejadian terror di beberapa daerah jangan sampai merenggangkan hubungan kekeluargaan.

Dia menuturkan, di Indonesia terdapat banyak agama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Oleh karena itu semua harus hidup rukun.
“Pesan untuk masyarakat, lanjutkan kekeluargaan. Saya sampaikan Indonesia bukan negara Islam, tapi negara yang beragama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC NU Subang, Kh Musyfik mengharapkan kondisi di Subang damai, tidak ada radikalisme dan intoleran. Dengan kejadian terror di beberapa daerah,masyarakat diminta untuk tetap tenang.(ysp)