Beranda HEADLINE Aking Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Aking Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara

41
0
AEF SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES DIKAWAL POLISI: Terdakwa kasus penistaan agama, Aking Saputra (rompi oranye) dikawal pihak kepolisian saat persidangan perdana di Pengadilan Negeri Karawang, Rabu (4/10).

Dalam Kasus Penistaan Agama

KARAWANG-Terdakwa kasus penistaan agama, Aking Saputra, dituntut 1 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin, Lia Pratiwi di Pengadilan Negeri Karawang, kemarin (7/12).

Aking Saputra dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 156 a tentang penodaan agama. JPU meminta terdakwa tetap ditahan dan dikenai biaya perkara sebesar Rp2.000. Sidang pembacaan tuntutan ini berlangsung sore hari, molor dari jadwal sidang biasanya pukul 10.00 WIB.

Meski pembacaan sidang dilakukan sore hari, namun pengunjung sidang yang datang sejak pagi tetap menunggu meski harus menunggu lama. Perkara penistaan agama ini menarik perhatian masyarakat Karawang sejak awal kasus ini dilaporkan ke Polres Karawang hingga sidang pembacaan tuntutan. Usai pembacaan tuntutan pengunjung sidang nampak menerima putusan tersebut.
“Kita sudah membacakan tuntutan dan terdakwa kitanya nyatakan bersalah melanggar Pasal 156 a KUHP,” kata Lia.

Menurut Lia, sidang selanjutnya adalah pembacaan pledoi dari terdakwa ataupun diwakili oleh pengacara terdakwa. Pihaknya akan menunggu pledoi dari terdakwa terkait dengan tuntutan yang sudah dibacakan oleh penuntut umum. Tuntutan yang dijatuhkan terhadap terdakwa Aking Saputra ini dinilainya sudah memenuhi rasa keadilan. “Kita sudah mempertimbangkan semua aspek termasuk keterangan saksi-saksi ataupun alat bukti yang ada. Saya kira kita sudah menjalankan kewajiban kita sebagai JPU,” katanya.
Lia mengatakan terdakwa Aking Saputra sekitar bulan April 2017 dan dalam waktu yang lain terdakwa secara berturut-turut melakukan perbuatan berlanjut dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok berdasarkan suku, agama dan ras.

Pada tanggal 18 Mei 2017 lalu, terdakwa dengan menggunakan handphone kembali membuat status di akun facebook Aking Saputra berbunyi “Kenapa ya anak-anak di Indonesia zaman sekarang banyak kelewatan bodohnya kalau bicara komunisme. Apakah anaka zaman sekarang tahu bahwa banyak tokoh PKI adalah pemuka agama (tentunya mayoritas dari Islam). Kemudian terdakwanya juga menulis status di akun facebooknya yang berbunyi “Kitab sucinya mengajarkan kebencian, makian, ancaman siksa neraka pedih, pembunuhan, hukum potong tangan, hukum rajam sampai mati”.(aef/din)