Beranda KARAWANG Ada Oknum Mainkan Distribusi

Ada Oknum Mainkan Distribusi

21
0
LANGKA LAGI: Warga Karawang antre di salah satu agen elpiji. Dalam sepekan terakhir, gas bersubsidi itu hilang dari pasaran.Pemkab menduga adanya oknum yang bermain dalam distribusi elpiji bersubsidi tersebut.

Elpiji 3 Kg Menghilang di Karawang

KARAWANG-Masyarakat Kabupaten Karawang kembali mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau gas melon. Kelangkaan yang terjadi sejak satu pekan itu membuat masyarakat terus berkeluh-kesah.

Seperti diakui Didin Jaenudin, warga Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Menurutnya, ia dan sejumlah warga lainnya sangat sulit untuk mendapatkan gas subsidi 3 kilogram dalam sepekan terakhir.
“Bahkan di agen pun selalu bilang gas kosong. Padahal, kami melihat di mobil pick up ada pasokan gasnya. Tetapi nggak tahu mereka mau kirim kemana,” kata dia.

Sementara itu keluhan gas kosong juga dilakukan sejumlah warga Karawang lainnya melalui medsos Facebook. “Pagi-pagi mengeluh akhirnya. Nyari gas kemana-mana tapi gak ad,” tulis warga akun Facebook Mamah Zaky.
“Aslina Gas Melon Hese (Susah) Banget,” tulis Adnan di dalam akun facebooknya.
Sementara itu Sekretaris Daerah, Teddy Ruspendi Sutisna mengakui pihaknya sudah meminta Dinas Perdagangan untuk memanggil Hiswanamigas untuk menyelesaikan permasalahan gas subsidi langka.
“Saya uda tahu gas ini langka saat ini dari laporan masyarakat dan saya lihat sendiri keluhan banyak banget dari Facebook. Tadi saya sudah perintahkan Diseperindag untuk memanggil Hiswanamigas,” kata Teddy yang juga sebagai Ketua Pengawasan Gas Bersubsidi.

Teddy meyakini kelangkaan gas ini terjadi akibat adanya sejumlah oknum yang melakukan pendistribusian gas tidak sampai kepada masyarakat.
“Saya yakin, agen ini harusnya menjual langsung ke masyarakat sekitar atau pengecer yang sudah ditentukan. Jangan malah diberikan atau dijual kepada masyarakat bukan sekitarnya, justru jadi kemana-mana gas ini larinya,” kata dia.
Ia berjanji akan minta Hiswanamigas untuk menindak sejumlah agen yang bermain curang tersebut.
“Agennya harus dihentikan, harus tegas,” kata dia.

Sementara itu Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Linkar menilai pengawasan pendistribusian gas elpiji subsidi 3 kilogram di Karawang masih sangat lemah.
“Terbukti, secara berulang-ulang kelangkaan elpiji bersubsidi terus terjadi,” kata Ketua LPKSM Linkar Eddy Djunaedy.

Ia mengatakan, kelangkaan elpiji bersubsidi itu seharusnya tidak terjadi jika pengawasannya maksimal.
Meski warga mendapatkan elpiji bersubsidi, warga harus mendapatkan elpiji bersubsidi dengan harga mahal, mencapai Rp23-25 ribu per tabung. Tidak sesuai HET yakni Rp16 ribu.
“Jadi memang tidak ada tindakan tegas kepada oknum-oknum ini,” terangnya.(aef/din)