Beranda PURWAKARTA 60 Persen Berdasarkan Informasi Masyarakat

60 Persen Berdasarkan Informasi Masyarakat

64
0

Kasat Narkoba Apresiasi Dukungan Semua Pihak

PURWAKARTA-Kinerja Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polres Purwakarta yang seolah tanpa lelah memerangi narkoba dan miras oplosan, baik melalui operasi langsung mau pun sosialisasi ke berbagai pihak, menuai apresiasi dan dukungan berbagai pihak. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan semakin banyaknya informasi yang masuk dari masyarakat.

Kasat Res Narkoba Polres Purwakarta AKP H Heri Nurcahyo mengungkapkan 60 persen informasi terkait peredaran narkoba dan miras oplosan berasal dari masyarakat.
“Alhamdulillah ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sangat tinggi. Ini juga merupakan bentuk dukungan nyata dari masyarakat terhadap kinerja kami,” kata Heri kepada koran ini saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Heri yang dikenal dengan jargon “Ojo Kendor”-nya ini merasa bersyukur, kinerja timnya juga mendapat dukungan kalangan ulama. “Alhamdulillah ini berkah. Saat ulama mendukung artinya masyarakat pun mendukung. Ini yang membuat kami semakin termotivasi untuk terus memberantas peredaran gelap narkoba dan miras oplosan. Meski lelah Insya Allah Lillah,” ujarnya.
Ditemui di tempat yang sama Pimpinan Majelis Ratib Hidayatul Ikhwan Habib Husein Syuaib dari Cikeris menyebutkan, kinerja Sat Res Narkob Polres Purwakarta sudah sangat sesuai dengan harapan seluruh komponen masyarakat, termasuk para imam, kyai, dan ulama.
“Narkoba dan miras atau dalam artian khamar, jelas haram hukumnya. Dan ketika pihak kepolisian gencar memberantasnya, tak hanya menangkap pelakunya saja tapi juga menindak, bahkan sampai ke akar-akarnya, maka kami sangat mendukung penuh,” ujar Habib Husein.

Dirinya juga mengapresiasi hukuman tipiring yang semakin diperberat. “Selama ini tipiring hukumannya kurang berarti, banyak yang menganggapnya terlalu ringan sehingga kurang memberikan efek jera. Namun saya dengar sekarang hukumannya diperberat, dan semoga mampu memberikan efek jera kepada para pelaku,” kata dia.

Habib juga mengungkapkan, hukuman terhadap pelaku pengedar khamar harus berat karena khamar merupakan gerbang awal dari segala kejahatan. “Ini kan ada riwayatnya. Ketika seorang pemuda soleh meminum khamar karena dianggapnya dosa paling ringan, namun ternyata setelah hilang kesadaran akibat khamar, pemuda itu malah berzina dan membunuh,” ujarnya.                        Namun Habib Husein juga mengingatkan, setelah dipenjara atau dihukum, jangan sampai kembali lagi menjalankan bisnis haramnya itu. “Ini menjadi tanggungjawab pemerintah dalam memberikan solusinya. Bisa dengan memberikan pelatihan atau modal usaha lainnya,” ucapnya.(add/ded)