Beranda PURWAKARTA 6 SMK Bakal Jadi Sekolah Model SPMI

6 SMK Bakal Jadi Sekolah Model SPMI

135
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES MOTOR PENGGERAK: Pembahasan sekolah model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SMK Bina Taruna Purwakarta, Sabtu (12/8).

Diharap Hasilkan SDM Berdaya Saing Tinggi

PURWAKARTA-Sebanyak 6 sekolah di Kabupaten Purwakarta akan menjadi sekolah model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Keenam sekolah tersebut adalah SMK Bina Taruna, SMK Taruna Sakti, SMK Bina Kerja, SMK Bhakti Praja, dan SMK Bina Budi.

Pembahasan tersebut digelar di SMK Bina Taruna Purwakarta yang juga berperan sebagai motor penggerak terlaksananya sekolah model SPMI tersebut, Sabtu (12/8).

Pengawas SMK wilayah Purwakarta KH Nanan Najmudin mengungkapkan, Sistem Penjaminan Mutu Internal pendidikan berfungsi sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. “Karena itu diperlukan adanya sistem penjaminan mutu, baik internal maupun eksternal,” ujarnya.

Semakin meningkatnya mutu SMK di Jawa Barat, sambung dia, diharapkan dapat menghasilkan SDM yang berdaya saing tinggi, kreatif, inovatif, dan mampu berkompetisi dengan negara lain.

“Kita mengharapkan sekolah di seluruh Purwakarta hingga kecamatan dan desa menjadi sekolah model. Ini bertujuan agar mutu pendidikan anak sekolah menjadi lebih baik, sehingga program pembangunan bisa terlaksana dengan baik,” kata Nanan.

Sementara itu, Kepala SMK Bina Taruna Raden Us Us Kusumanegara SH memastikan, masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus dilakukan SMK dalam meningkatkan mutu pendidikan di Purwakarta.

“Sekolah model SPMI menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan. Sehingga budaya mutu akan tumbuh dan berkembang secara mandiri pada sekolah,” kata dia.

Salah satu keuntungan standar sekolah model SPMI, sambungnya, guru masuk kelas lima menit sebelum pelajaran dimulai dan tidak membawa alat komunikasi, jadi guru fokus terhadap peserta didiknya. “Sekolah model SPMI memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, sehingga lulusannya dapat langsung terserap Industri,” ucapnya.

Agar pelaksanaan SPMI dapat dilakukan oleh seluruh satuan pendidikan dengan optimal, kata dia, maka perlu dikembangkan satuan pendidikan yang akan menjadi model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. “Dalam waktu dekat ini saya beserta 5 Kepala SMK lainnya akan meluncurkan buku standar SPMI,” kata Us Us.

Hal senada disampaikan Kepala SMK Taruna Sakti Yayang Gilang Sonjaya. Pihaknya mendukung penuh program apa yang telah disusun demi kemajuan peserta didikyang bekompeten.

“Kepala sekolah harus inovatif dan didukung semua pihak, terutama guru dan siswa serta komite sekolah. Selain itu juga mampu bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, seperti penerapan program literasi, penghijauan dan lainnya. Setelah berhasil bisa menjadi rujukan bagi sekolah lain,” kata Gilang.(add/epl)