Beranda EDUKASIA 500 PMR Dilatih Penanganan Bencana

500 PMR Dilatih Penanganan Bencana

65
0
DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES BERLATIH: Ratusan anggota PMR dari berbagai sekolah di Purwakarta mengikuti diklat dan lomba penanganan bencana.

Menyambut Hari Bencana Internasional

PURWAKARTA-Tak kurang 500 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai SMP dan SMA di Kabupaten Purwakarta turut ambil bagian dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat). Selain itu dalam momen yang sama juga digelar lomba penanganan pertolongan pada korban bencana alam, dengan mengambil lokasi di halaman depan Stadion Purnawarman, Sabtu (14/4) lalu.

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purwakarta, H Aep Rusjaman Kartiwa mengatakan, penyelengaraan diklat dan lomba atas kerjasama antara Forum Komunikasi Pembina PMR di sekolah-sekolah dengan PMI Purwakarta.
“Mengusung tema Siaga Bencana, dalam rangka menyambut hari bencana Internasional yang jatuh pada bulan April setiap tahun,” terang Aef.

Menurut Aef, target yang diharapkan dalam diklat dan lomba kali ini adalah ketrampilan PMR. “Ada kesamaan persepsi tentang pengetahuan kepalangmerahan, khususnya PMR di setiap sekolah,” imbuh Aep.

Seperti diketahui, di berbagai tingkatan sekolah, baik SMP dan SMA, ada perbedaan istilah keanggotaan PMR. Untuk tingkat SMP dikenal dengan nama Madya. Sementara untuk tingkat SMA dikenal dengan istilah Wira. Bagi kedua tingkatan PMR ini, anggota wajib memilki ketrampilan dasar yang ditransfer melalui pembekalan ketrampilan berupa latihan pertolongan pada korban bencana, korban tenggelam dan pembuatan kelengkapan darurat, seperti tenda dan tandu darurat serta menumbuhkan jiwa penolong pada setiap anggota PMR.

“Untuk mengukur sejauh mana setiap materi terserap di tingkat anggota, panitia mengadakan lomba. Hasilnya akan dinilai dari kekompakan regu/tim serta perseorangan anggota PMR. Waktu yang kita gelar hanya sehari, mengingat padatnya kegiatan siswa di sekolah kedepanya,” tutup Aep.

Adapun aneka ketrampilan yang dilombakan meliputi aneka keterampilan pertolongan pada korban bencana, korban tenggelam dan pembuatan tandu dan tenda darurat di lokasi bencana, serta sistem koordinasi yang harus dilakukan di lokasi bencana, sehingga nantinya setiap anggota PMR tak demam situasi.(dyt/din)