Beranda KARAWANG 35 Persen Anak Kekurangan Gizi

35 Persen Anak Kekurangan Gizi

68
0

Prabowo Tegaskan Berdasarkan Data Bank Dunia

KARAWANG-Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subiantu menyebut Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya. Namun, saat ini dari data bank dunia 35 persen anak Indonesia masih dalam kondisi kekurangan gizi.
“Ini data Bank Dunia yang menyatakan jika 35 persen anak Indonesia kekurangan gizi, dan itu bukan kata saya. Jadi jangan dibilang Prabowo pesimis terhadap kondisi saat ini,” ujar Prabowo saat bersilaturahmi dengan para pengusaha kawasan industri se-Jawa Barat yang dilangsungkan di Hotel Resinda, Selasa (27/3).

Menurut mantan Danjen Kopassus tersebut, jika anak kekurangan gizi, maka perkembangan otaknya juga akan lemah. Demikian pula, pertumbuhan tulang-tulangnya akan lemah juga. Tak heran jika akhirnya kualitas anak-anak Indonesia dalam beberapa tahun ke depan kondisinya akan lemah.

Akibat lebih jauh, ujar Prabowo, kualitas bangsa Indonesia akan tertinggal jauh dari negara-negara lain, khususnya dari negara – negara tetangga.
“Saya itu suka bicara apa adanya. Saya bosan dengan kepura-puraan. Ada rakyat kelaparan, ditutup-tupi. Kalau orang asing yang bicara baru ditanggapi,” katanya.

Menurutnya, Indonesia adakah negara besar dan kaya raya. Di lihat dari luas wilayahnya, luas Indonesia sama dengan luas Benua Eropa. Penduduknya terbanyak ke 4 di dunia.

Hal itu, lanjut Prabowo, merupakan potensi pasar yang sangat luar biasa dari segi perdagangan. Namun, saat ini potensi tersebut banyak dimanfaatkan negara luar. Bahkab kekayaan alam pun banyak mengalir ke luar.

Ia menambahkan, dirinya telah membuat agenda untuk mengunjungi daerah-daerah di Jawa Barat. Kemudian akan dilanjutkan ke provinsi-provinsi lainnya.

Hal itu dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus mendengar, melihat, menangkap perasaan dan kesulitan yang dihadapi oleh rakyat. “Kita semua di sini adalah anak bangsa Indonesia yang memiliki cita-cita yang sama. Tidak muluk-muluk harapan kita sangat sederhana yakni, ingin meraih kehidupan yang layak dan aman dari segala ancaman,” tuturnya. (use/din)