EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES DIBERANGKATKAN: Agus Wijayanto melepas peserta diklat ke Jepang di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, Selasa (29/8).

BANDUNG BARAT- Dalam setahun, sekitar 2000 orang, pemerintahan negara Republik Indonesia melalui kementrian tenaga kerja, memberangkatkan peserta magang ke Jepang.

Subardi, kasie pengembangan penyelenggaraan pemagangan luar negeri direktorat bina pemaganagan Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia, mengungkapkan, Kerjasama yang terjalain antara pemerintah dengan IM Japan sejak tahun 1993 itu, telah mencetak ribuan sumber daya Manusia (SDM) yang profesional dan handal dalam dunia kerja.

“Kenapa dikirim magang ke Jepang? itu sebagai upaya dalam rangka peningkatan SDM Anak kita,”ujarnya seusai pelepasan peserta mangagang ke Jepang di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, Selasa (29/8).

Ia mengatakan, Tujuan dari pemaganagan tersebut adalah untuk merubah mind set dalam bekertja, “bukan semata mencari duit, karena magang merupakan proses anak kita dalam meraih sukses,”katanya,

Peserta magang, di magangkan pada Perusahan perusahan besar di Jepang selama tiga tahun, “Di Jepang mereka magang diberbagai perusahan, seperti perusahan pengelasan, pengecatan, kontruksi, bahkan ditempat pembuatan roti juga ada, ada sekitar 71 jenis kerja,”bebernya

Untuk bulan ini, kata Subardi, akan diberangkatkan sekitar 168 peserta magang, yang berasal dari seluruh Indonesia,”ini tidak ada kuotanya, kita berangkatkan setiap bulan, dalam setahun bisa lebih 2000 peserta magang yang diberangkatkan,”terangnya.

Meskipun magang, akan tetapi peserta magang mendapat upah dari perusahaan, pada Bulan pertama sekitar 80 ribu yen. Masuk perusahaan mendapat 90 ribu yen sampe taun kedua dan pada tahun ketiga sekitar 100 ribu yen. “Itu di luar lembur. Jadi anak-anak beda penghasilannya,”ucapnya.

Bahkan, peserta magang diberi fasilitas berupa asrama, asuransi, dan setelah pulang tunjangan usaha mandiri sekitar 600 ribu yen.
“Kalau dikumpul-kumpul, dapat sekitar 400 juta, di luar tunjangan usaha mandiri yang diberikan saat beres magang,”tambahnya.

Sementara itu Agus Wijayanto, kasubag kepegawaian dan umum BBPPK dan PKK Lembang, sebagai tempat pelatihan tahap dua pemagangan ke Jepang, mengatakan pada awalnya rekrut angkayan 290 itu berjumlah 218 dari 14 wilayah di Indonesia, akan tetapi dikarenakan ada peserta yang mengundurkan diri 1 orang, tiga orang tidak sehat dan 46 orang yang mengalami penundaan pemberangkatan maka hanya 168 yang diberangkatkan

“Pemagangan ini dilaksakan selama tiga tahun, program pemagangan ini merupakan program pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada angkatan kerja muda dalam rangka meningkatkan kopetensi dan pengalaman yang sangat diperlukan pada saat nanti sebagai bekal dirinya untuk dapat memperoleh pekerjaan yang semakin menuntut persyarakatan kopetensi maupun untuk memulai usaha mandiri,”paparnya.(eko/ded)