Beranda BANDUNG 2 Ribu Anak Terima KIA

2 Ribu Anak Terima KIA

93
0
ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES LAUNCHING: Bupati Bandung Barat H.Abubakar, Ketua P2TP2A KBB Elin S Abubakar, Kepala Disdukcasip KBB Wahyu Diguna menyerahkan KIA pada anak-anak saat Launching KIA di KBB, Minggu (13/8).

Tingkatkan perlindungan dan pelayanan publik Anak

NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat meluncurkan sebanyak 10 ribu Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak berusia 0-17 Tahun.

Peluncuran itu ditandai dengan pemberian 2000 KIA kepada anak usia sekolah dasar yang diberikan decara simbolis oleh Bupati Bandung Barat Abubakar didampingi Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) KBB Elin Suharliah Abubakar, Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda KBB Asep Ilyas, dan Kepala Disdukcasip KBB Wahyu Diguna serta sejumlah pejabat teras lainnya, dalam acara KBB Expo 2017 di Plasa Komplek Perkantoran KBB-Ngamprah, Minggu (13/8).

Bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan KIA ini sangat penting bagi anak dalam rangka meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik khsususnya bagi anak. Selain itu, KIA ini juga penting dalam rangka penertiban urusan administrasi kependudukan (Adminduk).

“KIA juga sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Ini juga merupakan pelayanan pemerintah pada anak-anak,” kata Abubakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcasip) KBB Wahyu Diguna menjanjikan untuk pembuatan KIA prosesnya tidak akan berbelit-belit seperti pembuatan KTP-el. Pemohon hanya diminta menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan KTP orangtuanya serta melampirkan pas foto ukuran 2 x3 sebanyak dua buah untuk anak berusia 5-17 tahun.

“KIA ini pada dasarnya untuk melindungi anak dari praktek trafficking dan lain sebagainya. Jadi penting dimiliki anak-anak kita. Pembuatan KIA ini cukup simple., prosesnyapun tidak berbelit-belit seperti KTP-el karena datanya tidak harus diakses ke pemerintah pusat. Melainkan merupakan otoritas Pemda,” kata Wahyu.

Untuk sementara ini, lanjut dia, pengurusan KIA masih dilakukan secara sentralistik di Disdukcasip. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan bisa dilaksanakan di masing-masing kecamatan.

Untuk tahun ini, pihaknya telah menyiapkan 10.000 keping blanko keseluruhan. Alhasil, ada blanko yang tersedia sebanyak 8.000 keping lagi. Dan masih untuk tahun ini targetnya ditambah 30.000 keping lagi dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan KBB tahun 2017.

Sementara ini, target KIA di KBB adalah 500.000-an dari sekitar 1,6 juta lebih penduduk KBB. Proses pembuatannya diharapkan bisa selesai secepat mungkin, namun bisa dilaksanakan secara bertahap.

“Insya Allah, karena adminduk ini siklusnya terus berjalan, maka seiring bertambahnya penduduk, kita berharap bisa menyelesaikan target itu. Dan saya kira bisa dilaksanakan karena KIA ini produk Pemda,” ucapnya.

Meski ini otoritas Pemda, namun KIA tersebut tetap jelas regulasinya mulai dari Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) maupun Peraturan Daerah (Perda)-nya. Selanjutnya, KIA ini sambung Wahyu merupakan pelengkap dari adminduk lainnya seperti Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga.(sep/ded)