Beranda HEADLINE 16 Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik Kertas

16 Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik Kertas

62
0

KARAWANG-Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana bakal menerjunkan tim auditor independen ke PT Pindo Deli 2 untuk memeriksa instalasi yang terpasang di pabrik kertas itu. Hal ini untuk menindaklanjuti peristiwa keracunan warga sekitar. Apalagi peristiwa ini sudah tiga kali terjadi yang diduga disebabkan dari sumber yang sama.
“Makanya pada kejadian sekarang, saya langsung turun ke lokasi pabrik bersama pak Kapolres dan pak Dandim. Ini untuk memastikan ada apa sebenarnya di sana (Pindo Deli II). Saya sempat minta MAP instalasi yang terpasang di situ. Ternyata sudah karatan. Katanya mereka (pihak pabrik) mau mengganti instalasi itu bulan Juni mendatang,” ujar Cellica di kantornya, kemarin (15/5).

Terkait penyelidikan atas kasus keracunan 16 orang warga di sekitar pabrik tersebut, yakni Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel, Cellica menyerahkannya ke pihak Polres Karawang.

Pihaknya lebih kearah melakukan kajian ulang terhadap semua perizinan. Yaitu untuk memastikan, masih layak atau tidak Pindo Deli II tetap beroperasi. Termasuk mempertimbangkan 700-an buruh yang bekerja di pabrik ini.
“Kami sudah terjun bersama DLHK ke lokasi, disana ada saluran yang sudah karat dan pihak perusahaan berjanji akan diganti akhir bulan ini,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 16 warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, keracunan gas clorin dari cerobong asap pabrik kertas milik Sinar Mas Grup, PT Pindo Deli 2, yang berlokasi di Desa Kutamekar, Senin (14/5) malam. Semua korban saat ini masih dalam perawatan intensif Rumah Sakit Rosela, Telukjambe Barat.

Peristiwa keracunan massal yang menimpa warga Kutamekar ini merupakan kali ketiga dialami mereka. Akhir tahun 2017 silam, mereka mengalami penderitaan yang sama akibat bocornya cerobong asap milik Pindo Deli 2 tersebut. Saat itu warga menghirup gas caustik soda bocoran dari pabrik Pindo Deli 2.

Kapolsek Ciampel, AKP Ricky Adipratama menyatakan, peristiwa keracunan yang menimpa warga Dusun Cigempol, Desa Kutamekar, itu terjadi pukul 21.00 WIB. Saat itu warga mengalami mual dan pusing secara bersamaan. Bahkan beberapa diantaranya ada yang langsung tak sadarkan diri.
“Para korban dilarikan ke Klinik Pindo Deli, kemudian dirujuk ke RS Rosella,” ujarnya.

Kata Kapolsek, berdasarkan keterangan kepala siff, Rohman (48), keracunan warga diduga akibat kebocoran valve hypo/kran.
“Pengambilan sampel hypo rusak, sehingga mengalir ke wwt bertemu dengan Hcl/air regenerasi resin tower sehingga timbul bau di lokasi wwt dan terbang atau menguap dan berhembus ke arah perkampungan penduduk. Akibatnya, warga yang menghirup gas tersebut akan merasa sesak nafas, mual, mata perih dan muntah,” ujar Ricky menirukan keterangan Rohman.

Sementara itu, Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya, saat membesuk para korban di RS Rosella, mengatakan, pihaknya sudah memasang garis polisi (police line) di lokasi pabrik. Hal itu dilakukan sebagai langkah awal penyelidikan terjadinya peristiwa keracunan.
“Apabila memang ada unsur kelalaian dalam pelaksanaan atau pengoperasian mesin, nanti kita akan tentukan penyelidikan dan penyidikannya,” katanya.

Disebutkan, aparat kepolisian sudah meminta keterangan beberapa korban dan karyawan perusahaan, serta operator yang menjalankan mesin tersebut.
“Kejadian ini sudah beberapa kali. Hal ini nantinya akan menjadi penelitian polisi,” katanya. (use/din)

Daftar korban keracunan gas PT Pido Deli 2 yang dirawat di Klinik Pindo Deli :

1. Yani Nani Nurbaeti (48), Ibu rumah tangga.

2. Esih (40), Ibu rumah tangga.

3. Oneng Nuraisah (38), Ibu rumah tangga.

*) Semuanya warga Dusun Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel.

Korban yang dirawat dj RS Rosella :

1. Sapti binti Taswan (55), Ibu rumah tangga

2. Pajar Suryana bin Subur (22).

3. Rohayanah binti Jumin (25).

4. Omis binti Maun (35).

5. Sami binti Sawin (37).

6. Aan binti Asim (51).

7. Sami binti Samin (40).

8. Elvira Khairunisa (6,5).

9. Rukiah binti Rosadi (35).

10. Raka Permana (6).

11. Rosadi Bin Karman (53).

12. Kartika binti Karta (21).

13. Alis Lisnawati binti Wata (24).

Semua korban warga Dusun Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel.