Beranda BANDUNG 120 Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang

120 Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang

27
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES BERSIHKAN POHON: Sejumlah petugas dari anggota Polisi Hutan (Polhut), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Koramil dan Polsek Lembang serta unsur TNI bersama membersihkan pohon tumbang.

LEMBANG– Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) membereskan pohon tumbang disejumlah tempat di Lembang, akibat terjangan angin kencang sebagai dampak siklon tropis Dahlia.

Pembersihan pohon difokuskan di sejumlah objek wisata yang berada di lahan Perum Perhutani di Bandung Utara di antaranya PAL 16, Orchid Forest, Grafika serta Zona 235. Ditargetkan, pembersihan ini bisa selesai dalam waktu dua hari.

Administratur Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Bandung Utara, Komarudin mengatakan, pembersihan pohon melibatkan anggota Polisi Hutan (Polhut), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Koramil dan Polsek Lembang serta unsur TNI.

“Dalam pembersihan pohon tumbang ini, kami tidak menargetkan waktu, tergantung kondisi di lapangan. Tapi karena kondisi cuaca yang semakin membaik, kita harapkan pembersihan bisa selesai dalam waktu dua hari,” ujar Komarudin, selasa (5/12).

Dari hasil inventarisir sementara, kata dia, jumlah pohon tumbang baru sekitar 120 pohon. Jumlah tersebut belum termasuk pohon yang berada di luar kawasan wisata. Perhutani baru akan menginventarisir seluruh pohon yang tumbang tersebut setelah pembersihan di area wisata selesai.

“Hitungan sementara, baru 120 pohon yang dilaporkan tumbang. Agar lokasi wisata ini cepat dibuka kembali, makanya kita fokuskan dulu pembersihan di dalam area wisata. Karena kan, bulan Desember ini sedang musim liburan,” bebernya.

Kendati pembersihan pohon ditargetkan bisa secepatnya, namun Komarudin belum bisa memastikan kapan tempat wisata akan kembali dibuka.

“Kalau melihat animo, masyarakat tampaknya memang kecewa tapi mereka juga memaklumi, karena cuaca buruk ini di luar kendali. Karena bukan hanya terjadi di kita saja tapi di wilayah lainnya juga,” jelasnya.

Rata-rata pohon di lahan Perhutani berumur lebih dari 40 tahun. Walaupun secara daur tebang sudah lewat, penebangan pohon tak bisa dilakukan di kawasan hutan lindung, sesuai dengan undang-undang kehutanan.

Komarudin memastikan, pihaknya akan mengganti sejumlah pohon tumbang ini dengan menanam pohon baru, terutama di wilayah yang masih jarang ditanam pohon.

“Hal ini menyangkut neraca keseimbangan hutan yang harus terjaga, kalau ada lahan yang kosong, kami programkan penanaman kembali, rencananya akan dilaksanakan di 2018. Tahun ini kita telah tanam pohon di lahan seluas 317 hektare di hutan Lembang dan Manglayang. Di satu hektare, kita tanam sebanyak 625 pohon,” ungkapnya. (eko/tra)