Beranda PRO DESA 11 April, Debat Publik Cabup

11 April, Debat Publik Cabup

121
0

Penayangan di TV masih Proses Lelang

NGAMPRAH-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan menyelenggarakan debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat pada 11 April mendatang. Pada acara debat publik itu, ketiga Pasangan Calon (Paslon) akan beradu program sesuai visi-misinya sebagai kontestan Pilkada serentak.

Ketua KPU KBB, Iing Nurdin mengatakan pada acara debat itu, semua Paslon akan membahas sejumlah isu dan persoalan di KBB. Mulai dari infrastruktur, pembangunan ekonomi, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kita agendakan debat publik ini pada 11 April 2018. Sejumlah persoalan akan dibahas dalam debat nanti. Sehingga setiap paslon diminta untuk mempersiapkan materinya,” kata Iing saat dihubungi, Minggu (25/3).

Rencananya, lanjut dia, debat publik ini akan disiarkan di salah satu stasiun televisi. Namun, saat ini masih dalam proses lelang untuk televisi yang akan menyiarkan debat publik nanti. “Masih proses lelang, ditargetkan bisa selesai dalam waktu dekat. Sehingga pelaksanaan debat publik bisa segera dimulai. Kami juga sudah memberikan informasi soal debat ini kepada masing-masing paslon,” ujarnya seraya menyebut untuk soal teknis acara akan dibahas kemudian dengan stasiun televisi.

Iing pun berharap pada pelaksanaan debat publik nanti bisa berjalan lancar. Baik paslon maupun pendukungnya bisa menampilkan tontonan dan tuntunan yang terbaik bagi masyarakat KBB.
“Kita terus berupaya agar jumlah partisipasi pemilih bisa meningkat. Karena, kami menargetkan jumlah partisipasi masyarakat bisa mencapai 75 persen. Masyarakat bisa memilih calon bupati dan wakilnya sesuai dengan visi misi yang disampaikan nanti,” ungkapnya.

Di sislain KPU harus mempertanggung jawabkan anggaran hibah yang digelontorkan Pemkab Bandung Barat. Salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat agar tingkat partisipasi pemilih bisa terus naik.
“Kami menerima hibah anggaran sebesar Rp45 miliar dari Pemkab. Bila dibagi dengan jumlah pemilih rata-rata satu orang itu menghabiskan Rp 35 ribu-Rp 40 ribu,” pungkasnya. (sep/man).