Beranda SUBANG 1000 Hektar Lahan Terdampak Hama

1000 Hektar Lahan Terdampak Hama

30
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES KEMBALI MERUGI: Petai harus kembali menelan kenyataan pahit karena 1000 hektar lahan padi terkena serangan hama kerdil hampa.

Terancam Gagal Panen dan Ganggu Stabilitas Harga

SUBANG– Sebanyak 1000 hektar lahan padi terkena serangan hama kerdil hampa. Serangan hama ini baru pertama kali melanda tanaman padi secara besar-besaran. Tak ayal langsung penyerapan gabah Bulog menurun.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Subang, Asep Heryana mengatakan dari 1000 hektar lahan, skala serangan hama bervariasi. Ada dalam skala kecil, sedang, dan besar hingga puso.
“Dari data terakhir ada 1000 hektar lahan pertanian yang terkena hama kerdil hampa dan kerdil rumput. Ada lahan yang hanya sedikit terkena imbasnya bahkan ada yang sampai puso atau kosong. Ini perdana di Subang,” jelasnya.

Asep menuturkan, masalah hama kerdil hampa dan kerdil rumput ini dikarenakan adanya ledakan serangan hama wereng batang coklat (WBC). Jika WBC bisa tertangani maka hama kerdil hampa juga bisa berkurang.
“Kami sudah memberikan bantuan berupa benih varietas infari 33 dan juga obat-obatan. Seperti hama ablacaoud, toxin, dan lainnya,” lanjut Asep.
Menurutnya, hama kerdil sebenarnya tak berpengaruh dengan adanya musim kemarau. Sebab hama ini menyusup dan menghisap batang padi.

Sementara itu, perwakilan Bulog, H Wiryatman mengatakan serapan gabah Bulog dari petani di Subang berkurang akibat adanya serangan hama tersebut. Biasanya Bulog mampu menyerap gabah sebanyak 250-300 ton. Namun kini hanya 100-150 ton per harinya.
“Meski ada dampak dari serangan hama tersebut, kamu terus melakuakan serapan gabah dari petani. Sudah 60 persen terserap dan persediaan 6 bulan kedepan aman meski kita juga harus membantu stok beras di Kalimantan dan Lhoksmawe,” ujarnya.

Selain itu, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Dewi Lestari menyampaikan serangan hama dan gagal panen bisa saja berimbas pada stabilisasi ketersediaan dan harga beras.
“Beras bia menjadi mahal karena stok nya berkurang. Pemda seharusnya mengalokasikan dana untuk cadangan pangan di Subang,” tandasnya. (ygo/tra)